Saya mendaftar IPB awalnya benar-benar belum tahu akan masuk departemen apa. Yang saya pikirkan waktu itu hanyalah bisa masuk kuliah tanpa tes, namun memakai nilai rapor. Saya fotocopy formulir dan mulai memikirkan hendak masuk jurusan apa, saya berdiskusi bersama kedua orang tua saya. Namun mereka menyerahkan semua keputusan di tangan saya, karena saya-lah yang nantinya akan menjalani kuliah.

Saya berulang-ulang membaca brosur-brosur yang disertakan IPB. akhirnya saya menemukan departemen yang menarik keinginan saya untuk memasukinya, yaitu Departemen Agronomi dan Hortikultura (AGH). Saya begitu tertarik dengan departemen itu setelah saya tahu kalau departemen AGH berhubungan langsung dengan berbagai tanaman pertanian. Karena latar belakang pekerjaan orang tua saya sebagai petani. Saya begitu ingin memajukan pertanian di daerah saya, Ngadirejo dan Temanggung agar tidak ketergantungan sama tanaman tembakau. Kemudian lagi, dari awal saya memang suka segala hal yang berhubungan dengan tanaman, baik itu tanaman bunga, sayur dan buah-buahan.

Impian terbesar saya adalah saya ingin membuat perkebunan pribadi di persawahan dekat rumah saya. Seperti Plantera yang dekat dengan daerah saya. Rencananya itu, tanaman yang akan saya kembangkan di perkebunan adalah tanaman hasil penelitian dosen-dosen AGH di IPB. Agar IPB lebih sedikit eksis di sana. Hehe

Saya berkeinginan membuat perkebunan di daerah saya, agar area persawahan dan perhutanan di sana tidak di jadikan area perindustrian. Karena sekarang yang sedang dikembangkan adalah pabrik kayu lapis. Payah juga kalau generesi muda di desa saya bekerja di pabrik semua, siapa yang mau jadi petani lagi di masa datang? saya ingin membesarkan hati teman-teman saya yang tidak melanjutkan kuliah, dan rata-rata mereka hanya berpendidikan sampai SMP agar jangan ragu untuk menjadi petani, insyaAllah saya siap membantu mereka. Amien.